Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari

Qodari: PLTS 100 GWp Jadi Langkah Transformasi Bangsa Prabowo di Bidang Energi

Jakarta, 30 September 2026 – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) merupakan salah satu agenda transformasi bangsa Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan energi.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya meningkatkan elektrifikasi dan mendorong kegiatan masyarakat, tetapi juga membuat Indonesia semakin berdaya dalam penyediaan energi berbasis sumber daya yang dimiliki di dalam negeri.

“Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt Peak (GWp) merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sekaligus kemandirian energi Indonesia. Program ini menjadi bagian dari agenda transformasi bangsa di bidang energi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” kata Qodari dalam konferensi pers, Rabu (30/9).

Ia mengatakan transformasi yang ingin diwujudkan Prabowo melalui program tersebut adalah perubahan dari ketergantungan terhadap sumber energi impor menuju pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri yang semakin mandiri, bersih, dan berkelanjutan.

Dalam hal ini, tenaga surya dianggap menjadi sumber energi yang cocok untuk mendukung upaya transformasi tersebut, mengingat potensinya yang luar biasa di Indonesia.

Qodari menyebut, sebagai negara yang dilintasi garis khatulistiwa, Indonesia memiliki potensi energi surya sebesar 3.294 GW yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Potensi ini, lanjut dia, menjadi modal besar untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.

“Melalui pengembangan PLTS secara luas, energi surya diharapkan menjadi salah satu kekuatan baru untuk memenuhi kebutuhan listrik sekaligus memperkuat kedaulatan energi nasional,” imbuh dia.

Di samping itu, ia juga menegaskan perlunya Indonesia terus memaksimalkan potensi tersebut, mengingat pemanfaatan tenaga surya di Indonesia masih belum optimal.

Qodari mengatakan, per Juli 2026, kapasitas PLTS secara nasional baru sekitar 1,76 GW dari total kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional sebesar 108 GW. Dengan demikian, Indonesia baru memanfaatkan energi surya kurang dari 1 persen dari potensi yang dimilikinya.

Oleh karena itu, pemerintah saat ini juga menargetkan peningkatan kapasitas PLTS secara signifikan. Apabila tahap awal program tersebut terealisasi, kapasitas PLTS terpasang di Indonesia akan meningkat secara substansial dibandingkan dengan kondisi saat ini.

Sebagai dampaknya, pengembangan PLTS 100 GWp ini diharapkan dapat menghemat penggunaan bahan bakar diesel hingga 6 juta kiloliter (kl) per tahun, yang berpotensi menghemat anggaran negara sebesar Rp73,9 triliun per tahun.

Pada saat yang sama, program ini juga berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 140 juta ton CO2, sejalan dengan upaya Indonesia menuju energi yang lebih bersih.

“Jadi di sinilah urgensi program ini,” paparnya.

Selain itu, ia mengatakan program PLTS 100 GWp akan mengoptimalkan berbagai opsi PLTS, baik PLTS ground-mounted, PLTS atap, maupun PLTS terapung.

Adapun kapasitas PLTS terapung sampai dengan Juli 2026 sebesar 196,5 megawatt (MW). Dalam Program PLTS 100 GWp, sebanyak enam PLTS terapung memiliki potensi pengembangan sebesar 10,72 GWp.

Sementara itu, pengembangan PLTS atap dilakukan di semua segmen, mulai dari rumah tangga, bisnis dan komersial, industri, sosial, hingga gedung pemerintah.

Qodari mengatakan sektor rumah tangga memiliki potensi jumlah pengguna paling tinggi, tetapi sektor industri dan komersial memiliki potensi kapasitas terpasang PLTS atap paling besar. Hal ini mengingat pabrik dan gedung umumnya memiliki area atap yang luas dan kuat serta kebutuhan listrik yang tinggi, terutama pada siang hari.

“Kebijakan pemerintah diarahkan untuk mendorong pengembangan PLTS atap di seluruh segmen, sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan kesiapan sistem kelistrikan,” pungkas Qodari

Bagikan

Media Kit

Topik

Artikel Lainnya