Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia
Ilustrasi OMC

Tak Menyerah Datangkan Hujan demi Atasi Karhutla, Pemerintah Kerahkan 12 Sorti OMC Kemarin

Jakarta, 20 Oktober 2026 – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah telah mengerahkan 12 sorti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan guna menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Senin (19/10).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan operasi penyemaian awan tersebut dilakukan di empat dari enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

Sementara itu, BNPB tidak melaksanakan OMC di dua provinsi prioritas lainnya, yakni Riau dan Jambi, kemarin karena sejumlah alasan.

“Untuk OMC di Riau sudah berakhir di 25 September 2026, karena memang di sana sudah ada hujan alami yang terjadi. Sementara di Jambi, kita tidak bisa melakukan penyemaian mengingat di sana tidak ada awan yang kurang mendukung, serta visibility yang relatif rendah,” jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (20/10).

Dalam operasi tersebut, pemerintah telah mengerahkan ribuan kilogram garam (NaCl) dan es kering (dry ice) untuk mengoptimalkan potensi hujan di wilayah yang masih menghadapi ancaman karhutla.

Di Kalimantan Barat, pemerintah mengerahkan dua sorti pada Senin dengan membawa 1.800 kg NaCl. Sementara itu, di Kalimantan Tengah, lima sorti dikerahkan dengan membawa 1.600 kg NaCl dan 3.000 kg dry ice.

Di Kalimantan Selatan, pemerintah mengerahkan dua sorti yang membawa 2.000 kg NaCl. Adapun di Sumatera Selatan, tiga sorti dikerahkan dengan membawa 800 kg NaCl dan 1.600 kg dry ice.

Dengan demikian, dalam pelaksanaan OMC pada Senin, pemerintah mengerahkan total 12 sorti yang membawa 7.600 kg NaCl dan 4.600 kg dry ice.

Berton menambahkan bahwa upaya OMC tersebut diharapkan membuahkan hasil optimal ketika peluang terjadinya hujan alami meningkat seiring dengan masuknya awal musim hujan, yang diperkirakan segera tiba di enam provinsi prioritas penanganan karhutla.

Di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, misalnya, awal musim hujan diperkirakan tiba pada dasarian II Oktober. Sementara itu, awal musim hujan di Jambi dan Sumatera Selatan diperkirakan dimulai pada dasarian III Oktober.

Adapun di Kalimantan Selatan, awal musim hujan diperkirakan baru tiba lebih lambat, yakni pada periode dasarian I November hingga dasarian III Desember.

“Begitu ada potensi terjadi hujan alaminya, kami juga mengoptimalkan dengan menaburkan garam atau OMC, sehingga hujan tersebut bisa terjadi secara optimal terutama di wilayah di mana karhutla masih terjadi,” pungkas dia.

Bagikan

Media Kit

Topik

Artikel Lainnya