Jakarta, 20 Oktober 2026 – Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga 19 Oktober 2026, satuan tugas penanganan karhutla berhasil memadamkan kebakaran di lahan seluas 454,25 hektare dari total 1.024 hektare yang menjadi target penanganan.
“Dari angka ini kita melihat bahwa ada 1.024 hektare yang saat ini jumlah yang targetnya akan dipadamkan, dan untuk dipadamkan per hari kemarin (19 Oktober) itu adalah 454 hektare,” kata Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam konferensi pers pembaruan penanganan karhutla, Selasa (20/10).
Ia menambahkan, luas lahan yang masih perlu dipadamkan mencapai 570,08 hektare.
Berton menjelaskan bahwa Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan luas lahan yang belum padam terbesar, yakni 389,39 hektare. Posisi berikutnya ditempati Sumatera Selatan dengan luas lahan yang belum padam mencapai 108,50 hektare. Kedua provinsi tersebut juga menjadi penyumbang asap dari kebakaran hutan dan lahan saat ini.
“Bila kita melihat paparan berikut ini adalah pada tanggal 13 sampai 19 Oktober 2026 ini, kita melihat bahwa di Kalimantan Tengah jumlah lahan yang terbakar itu sangat tinggi memang,” imbuh Berton.
Selain di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, upaya penanganan karhutla juga terus dilakukan di sejumlah wilayah lain, termasuk Kalimantan Timur dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Berdasarkan laporan yang diterima, kebakaran di wilayah tersebut telah mencakup lebih dari 97,7 hektare lahan.
Kebakaran juga dilaporkan masih terjadi di sejumlah kawasan lain, termasuk Taman Nasional Way Kambas di Lampung.
Penanganan karhutla juga terus dilakukan di sejumlah wilayah di luar enam provinsi prioritas.
Di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sekitar 230 hektare lahan masih terbakar, dengan kondisi angin kencang dan tidak menentu yang menyulitkan pemadaman.
Di Maluku Utara, luas lahan yang masih terbakar mencapai 179,13 hektare, sementara di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, sekitar 3 hektare lahan terbakar.
“Ini tentu upaya kami ke sana akan kita prioritaskan bersama pemerintah daerah, TNI maupun Polri,” ujar Berton SP Panjaitan.
Secara keseluruhan, luas lahan terbakar di provinsi-provinsi di luar enam provinsi prioritas mencapai lebih dari 572 hektare. Dari jumlah tersebut, lebih dari 107 hektare telah dipadamkan, sementara 465 hektare masih dalam penanganan.



