Jakarta, 12 Oktober 2026 — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menghendaki kehadiran negara dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha untuk mendukung ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan Syahganda usai berdiskusi dengan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengenai berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha, termasuk prospek ekonomi ke depan.
“Alhamdulillah, pada hari ini saya dan Pak Anindya berusaha mendengar keluhan-keluhan yang terjadi dalam dunia usaha, termasuk kepastian ekonomi ke depan. Saya sebagai Kepala Bakom berusaha mendengar untuk menyampaikan kepada seluruh stakeholder di pemerintahan, kementerian dan lembaga,” ujar Syahganda, seperti dikutip pada Senin (12/10).
Menurutnya, Kadin memiliki peran strategis karena menjangkau pelaku usaha di berbagai daerah. Posisi tersebut menjadikan Kadin mitra penting pemerintah dalam menyampaikan kondisi di lapangan sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Syahganda menegaskan bahwa kehadiran negara merupakan salah satu prinsip utama dalam pemikiran ekonomi Presiden Prabowo.
“Yang diinginkan oleh Bapak Presiden adalah, pertama, negara hadir,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran negara juga perlu diwujudkan melalui keterbukaan terhadap masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk para pelaku usaha.
Dalam diskusi tersebut, Syahganda turut menyinggung pengalaman yang disampaikan Ketua Umum Kadin mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ternyata (MBG) menurut pengalaman beliau sangat baik dampaknya kepada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Syahganda, pengalaman dan masukan langsung dari dunia usaha menjadi informasi penting bagi pemerintah untuk memahami pelaksanaan berbagai program di lapangan.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo juga menghendaki pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas. Untuk mewujudkannya, diperlukan kerja sama yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Karena itu, Syahganda mengajak Kadin Indonesia serta para pengusaha untuk terus memberikan masukan kepada pemerintah. Bakom RI, menurutnya, dapat memanfaatkan jejaring komunikasi kementerian dan lembaga untuk membantu meneruskan aspirasi maupun persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
“Pesan inti dari Bapak Presiden kepada saya adalah, ‘Kamu harus banyak mendengar,’” ungkap Syahganda.
Melalui komunikasi dua arah tersebut, Bakom berharap kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat terus diperkuat guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.



