Jakarta, 12 Oktober 2026 — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan salah satu upaya Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengatasi ketimpangan ekonomi sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai pilar perekonomian nasional.
Ia menjelaskan bahwa melalui KDKMP, Prabowo ingin memberikan peran yang lebih signifikan kepada koperasi dalam perekonomian nasional. Pasalnya, hingga saat ini, terdapat kesenjangan antara peran koperasi dan korporasi serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menggerakkan roda perekonomian Tanah Air.
Menurutnya, peran koperasi tersebut perlu ditingkatkan, terlebih koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Jadi, wajar kalau Bapak Presiden kemudian berpihak untuk memperkuat koperasi sebagai agen konstitusi,” ujar Syahganda, Sabtu (12/10).
Lebih lanjut, ia mengatakan penguatan koperasi akan mendorong terbentuknya pelaku usaha berbasis masyarakat dengan kapasitas yang lebih besar. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat dirasakan secara lebih merata.
Dalam hal ini, KDKMP diharapkan dapat menjadi solusi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri sekaligus berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat lainnya.
“Sekarang kita lihat saja dalam beberapa tahun ke depan apakah koperasi bisa menjadi pelaku usaha dengan skala yang lebih besar,” katanya.
Syahganda juga menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 80.000 KDKMP yang akan dibangun secara bertahap. Namun, dalam pelaksanaannya, pemerintah akan terus mengevaluasi operasional program tersebut.
Evaluasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan penguatan koperasi berjalan efektif. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip organisasi yang membutuhkan penyesuaian berdasarkan kondisi dan hasil pelaksanaan di lapangan.
“Jadi, saya pikir dari teori organisasi, Presiden sangat benar,” pungkasnya.



