Jakarta, 15 September 2026 – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 25–26 juta ton. Dengan kebutuhan beras nasional yang berada di kisaran 2,5–2,6 juta ton per bulan, pemerintah menilai ketersediaan pangan, khususnya beras, dalam kondisi aman.
Amran mengatakan, peningkatan stok beras tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang ekspor. Indonesia, kata dia, telah mengekspor beras ke Malaysia dan berencana memperluas pengiriman ke sejumlah negara lainnya melalui Perum Bulog.
“Bukan saja stok kita aman, tetapi kita juga sudah mengekspor beras ke Malaysia. Ini merupakan sejarah baru bagi Republik Indonesia. Dan beberapa negara lagi, melalui Bulog, akan kita ekspor beras kita,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/9).
Selain Malaysia, pemerintah juga telah mengirimkan beras ke Palestina. Amran menyebut Indonesia mengirim 10 ribu ton beras ke Palestina sebagai bagian dari bantuan kemanusiaan. “Termasuk Palestina, kita kirim 10 ribu ton. Ini juga menjadi salah satu kebanggaan kita, dan itu merupakan perintah Bapak Presiden,” ucapnya.
Menurut Amran, kondisi tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional. “Kita membangun irigasi, embung, kemudian water pump, optimalisasi sawah, rawa, dan seterusnya. Cetak sawah, semua sudah kita lakukan,” ujarnya
Di sisi lain, Mentan mengakui terdapat kenaikan harga beras meski stok nasional dalam kondisi aman. “Terkait harga, menurut Mendagri dalam rapat inflasi, harga beras mengalami kenaikan sedikit,” ungkapnya.
Amran menegaskan pemerintah terus menjaga ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tekanan global. “Pangan kita, alhamdulillah, aman, khususnya beras. Ini terjadi di tengah goncangan dunia, krisis pangan, krisis energi, dan krisis air,” pungkasnya.
Dia menambahkan, berbagai krisis tersebut terjadi di sejumlah belahan dunia dan diperburuk oleh fenomena iklim, termasuk El Niño ekstrem. Menurut Amran, pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga produksi dan ketersediaan beras nasional di tengah tantangan tersebut.



