Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia
amar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia

Pengusaha Makin Optimistis Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Dalam Negeri Jadi Bukti

Bogor, 31 Oktober 2026 – Investasi dalam negeri yang mendekati Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu indikator menguatnya kepercayaan pengusaha terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai lebih dari separuh total investasi nasional sekaligus menunjukkan besarnya peran pelaku usaha domestik dalam menjaga ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menilai, tingginya investasi domestik mencerminkan peran strategis pengusaha nasional, termasuk pelaku usaha kelas menengah, dalam menopang perekonomian.

Hal ini diungkapkan Anindya dalam Taklimat Presiden RI kepada peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan Rapimnas Kadin Seluruh Indonesia di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10).

“Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” ujar Anindya.

Bagi Kadin, penguatan investasi domestik perlu diikuti dengan perluasan bidang usaha agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Karena itu, dunia usaha tidak hanya didorong untuk memperkuat industri yang telah berkembang, tetapi juga mengambil bagian dalam pengembangan sektor-sektor masa depan.

Anindya menyebut industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan (renewable energy), dan pusat data (data center) sebagai sejumlah sektor yang menjanjikan.

Selain memiliki prospek pertumbuhan, bidang-bidang tersebut juga membuka peluang pemanfaatan komponen lokal dan peningkatan kapasitas industri nasional.

Langkah tersebut sejalan dengan tema Rapimnas Kadin, yakni ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia. Menurut Anindya, dunia usaha memiliki ruang kontribusi yang sangat besar dalam mewujudkan agenda itu, mengingat sebagian besar aktivitas perekonomian berada di luar belanja pemerintah.

Dengan produk domestik bruto (PDB) sekitar Rp25.000 triliun, kontribusi APBN diperkirakan mencapai Rp4.000 triliun. Selebihnya merupakan ruang bagi dunia usaha untuk menggerakkan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta menciptakan pengusaha baru yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Kadin pun mendorong pengusaha daerah dan anggota berbagai asosiasi agar dapat tumbuh bersama, meningkatkan skala usaha, dan berkembang menjadi pemain besar. Dengan semakin luasnya keterlibatan pelaku usaha, pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu, tetapi juga memberikan kesempatan lebih merata bagi masyarakat.

Optimisme tersebut turut ditopang oleh ketahanan fundamental ekonomi Indonesia di tengah gejolak global. Menurutnya, kemampuan Indonesia bertahan menghadapi berbagai guncangan menjadi modal untuk memperkuat daya saing dan melanjutkan pembangunan.

“Indonesia continues to be the bright spot. Ini telah disampaikan tahun lalu oleh IMF, dan terbukti bahwa Indonesia juga tetap menjadi bright spot. Di dalam lima guncangan ekonomi selama bisa dibilang 25 tahun, Indonesia adalah dari waktu ke waktu justru lebih kuat. Ini menandakan daya tahan kita sangat resilient,” ungkapnya.

Apresiasi dari Dunia Usaha

Selain itu, perhatian Presiden Prabowo terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan pembentukan pemimpin masa depan mendapat apresiasi dari kalangan dunia usaha.

Bagi Kadin, upaya menyiapkan generasi pemimpin yang kompeten dan berkarakter merupakan bagian penting dari pembangunan nasional, sekaligus investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Anggota Kadin Indonesia James Riyadi menilai, pembangunan manusia merupakan fondasi utama bagi kemajuan suatu bangsa. Menurutnya, negara yang ingin tumbuh menjadi kekuatan besar membutuhkan pemimpin dengan karakter kuat, kapasitas memadai, dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat.

“Hari ini pimpinan dunia usaha melihat seseorang Presiden yang luar biasa. Dia mencurahkan hati dia itu untuk pendidikan, untuk pembangunan manusia,” ujar James.

Ia juga mengapresiasi upaya pemerintah membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda dari berbagai latar belakang, termasuk kelompok masyarakat tertinggal, untuk berkembang melalui sistem meritokrasi.

Program P3MDI dinilai menjadi salah satu wujud nyata visi tersebut melalui proses seleksi dan pembinaan yang terarah.

Program yang diikuti lebih dari 300 anak muda itu memberikan kesempatan kepada peserta yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana dan memiliki pengalaman kerja untuk menjalani pelatihan intensif selama sembilan bulan.

Apresiasi terhadap arah pembangunan pemerintah juga disampaikan Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Bidang Pangan Indonesia Mulyadi Jayabaya.

Ia menilai taklimat Presiden memberikan pemahaman mengenai tanggung jawab negara dalam mendorong kemajuan bangsa, termasuk melalui pembangunan sektor pangan, pendidikan, dan keamanan.

Mulyadi menegaskan, pencapaian berbagai agenda pembangunan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan sektor swasta.

Sebagai mitra pemerintah, Kadin berkomitmen mendukung program-program yang dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mari kita bersama-sama antara swasta dengan pemerintah karena Kadin sebagai mitra. Supaya ketahanan pangan bisa tercapai oleh kita,” pungkasnya.

Bagikan

Media Kit

Topik

Artikel Lainnya