Jakarta, 1 November 2026 – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengatakan koperasi merupakan agen utama dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan.
Oleh karena itu, pemerintah saat ini tengah mengoptimalkan peran koperasi agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara merata dan dirasakan hingga lapisan masyarakat terbawah.
Syahganda mengatakan koperasi merupakan fondasi utama dalam mengubah paradigma pembangunan ekonomi di Indonesia, dari yang berbasis persaingan pasar menjadi berbasis pemberdayaan masyarakat. Perubahan paradigma inilah yang saat ini tengah dijalankan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Bapak (Prabowo) hebat karena berhasil shifting paradigm dari competitive-based economic development menjadi communal-based economic development, di mana agen utama pembangunan adalah koperasi,” kata Syahganda, di Jakarta, Minggu (1/11).
Syahganda melanjutkan, upaya tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menempatkan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia.
Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah berupaya membangun ekosistem yang memungkinkan koperasi mengambil peran lebih besar dalam perekonomian nasional.
Salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan peran koperasi adalah melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Melalui KDKMP, masyarakat diharapkan dapat memperoleh barang kebutuhan dengan harga lebih terjangkau. Sementara itu, pelaku usaha skala kecil, seperti petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dapat lebih mudah memasarkan produknya. Dengan demikian, KDKMP diharapkan mampu menciptakan pasar yang berkelanjutan bagi produk-produk mereka.
Langkah ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengoptimalkan peran koperasi. Syahganda menilai, tanpa dukungan pemerintah, perkembangan koperasi hanya akan berjalan di tempat.
“Kalau koperasi dijalankan secara bottom-up, (perkembangan) koperasi enggak kemana-mana. Karena apa? Karena ekosistemnya sudah mati selama ini. Nah, Bapak Presiden membuat ekosistem itu agar koperasi bisa tumbuh,” imbuh dia.
Syahganda melanjutkan, pengembangan koperasi diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan, meskipun dampaknya mungkin belum terlihat dalam waktu singkat.
Namun, ia meyakini manfaat koperasi bagi perekonomian akan terasa dalam jangka panjang. Sebab, jumlah masyarakat yang memahami manfaat koperasi akan meningkat seiring bertambahnya jumlah koperasi di Indonesia.
“Koperasi ini menciptakan ekonomi lokal,” pungkas dia.



