Jakarta, 27 Oktober 2026 – Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk yang tinggal di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah mendorong agar anak-anak di wilayah 3T memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan yang layak.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan, perluasan akses pendidikan menjadi salah satu tujuan utama program Sekolah Rakyat, terutama bagi keluarga yang paling tidak mampu di berbagai daerah.
“Intinya adalah kita ingin memperluas akses pendidikan untuk keluarga-keluarga yang paling tidak mampu di semua daerah, khususnya di daerah 3T,” ujar Gus Ipul dalam keterangan resminya seperti dikutip Selasa (26/10).
Gus Ipul menjelaskan, program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah menjalankan amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara. Upaya tersebut diwujudkan melalui perluasan kesempatan pendidikan, termasuk di wilayah-wilayah terpencil.
Dalam mendukung perluasan program tersebut, pemerintah pusat dan daerah memiliki peran masing-masing. Pemerintah daerah bertanggung jawab menyiapkan lahan untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat, sedangkan pembangunan fisik dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara itu, Kementerian Sosial bertanggung jawab atas penyelenggaraan operasional dengan berkoordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait.
Gus Ipul menyambut baik dukungan pemerintah daerah terhadap program ini, seperti yang dilakukan Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, yang telah mengusulkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Ia menegaskan, usulan tersebut dapat didorong setelah persyaratan dan dokumen yang diperlukan terpenuhi, termasuk legalitas dan kondisi lahan.
“Kalau tanahnya nanti sudah clear dan dinilai datar, artinya memenuhi syarat menurut Kementerian PU, sudah, kita dorong (pengajuannya). Semangatnya Pak Bupati harus kita sambut,” kata Gus Ipul.
Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang telah berkomunikasi dengan berbagai unsur masyarakat untuk mendukung rencana pembangunan Sekolah Rakyat.
“Saya senang Pak Bupati Intan Jaya sepakat dan mendukung program strategis ini. Beliau juga telah melakukan konsolidasi, turun ke pelosok-pelosok, bertemu dengan tokoh-tokoh dan kepala suku untuk meyakinkan berbagai pihak bahwa pendidikan adalah jalan yang paling teruji dan terpuji untuk membuat suatu bangsa dan daerah maju,” katanya.
Gus Ipul menegaskan, sinergi pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan akibat kondisi geografis dan minimnya layanan di wilayah terpencil.
Pemda Intan Jaya Siapkan 7 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat
Sementara itu, Bupati Intan Jaya Aner Maisini menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sekitar tujuh hektare lahan di Kampung Jogatapa, Distrik Sugapa, sebagai lokasi yang diusulkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Dari total lahan tersebut, hampir empat hektare telah bersertifikat, sedangkan sekitar tiga hektare lainnya masih dalam proses.
“Terkait lokasi lahan, kita pemerintah sudah siapkan hampir 4 hektare tanah sudah bersertifikat, dan ada sekitar 3 hektare dalam tahapan proses, jadi, lahan yang akan diusulkan adalah 7 hektare, yang sudah disiapkan pemerintah daerah, dan atas kesepakatan masyarakat pemilik hak wilayah,” kata Aner.
Aner menjelaskan, lokasi tersebut berada di kawasan ibu kota kabupaten dan dekat dengan sejumlah fasilitas pemerintahan serta aparat keamanan. “Ini ada di Ibu Kota, dekat Kantor Bupati, ada Polres, ada Kodim, dan dari sisi keamanan, terjamin,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan dukungan keamanan untuk setiap tahapan rencana pembangunan, mulai dari survei hingga pelaksanaan pembangunan.
“Sehingga kami pemerintah daerah juga harus mendukung. Dari sisi keamanan, kita sudah jamin, dan saya pernah membuat surat, jaminan keamanan mulai tahapan untuk survei bahkan sampai pembangunan,” kata Aner.
Pemerintah Kabupaten Intan Jaya berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera terealisasi sehingga anak-anak di wilayah tersebut memiliki kesempatan lebih luas untuk memperoleh pendidikan yang layak.
“Kami berharap tahun depan rencana ini bisa terwujud di Kabupaten Intan Jaya. Masyarakat dan kami semua menanti program ini. Kami siap mendukung dan mengawal proses pembangunan ini agar anak-anak kami mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik,” pungkasnya.



