Jakarta, 3 November 2026 – Pemerintah bergerak cepat menangani dampak bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, mengatakan penanganan dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah institusi terkait.
Upaya tersebut meliputi koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah kecamatan, desa, PLN, serta unsur lainnya guna mengaktifkan kembali layanan-layanan vital bagi masyarakat.
“Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah diterjunkan untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat, termasuk membuka akses jalan yang sebelumnya sempat terputus. Saat ini, sejumlah akses sudah dapat dilalui, yaitu Jalan Tamansari dan Iburaja,” ujar Berton dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/11).
Selain membuka akses jalan, Berton mengatakan petugas juga melakukan pemantauan di sejumlah wilayah yang masih terisolasi, rumah warga yang terancam mengalami kerusakan, serta memastikan bantuan logistik tersalurkan kepada masyarakat terdampak.
BNPB bersama pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan, termasuk debit air sungai, kondisi jembatan dan tanggul, serta potensi terjadinya bencana susulan. Pemantauan terhadap jaringan kelistrikan turut dilakukan mengingat masih terdapat sejumlah wilayah yang mengalami gangguan listrik.
Di tengah upaya penanganan darurat, Berton meminta masyarakat Kabupaten Lumajang untuk terus meningkatkan kewaspadaan.
“Kami terus mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Lumajang, agar tetap waspada dan menghindari aliran sungai yang berpotensi dilalui banjir lahar, terutama lahar dingin. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas serta memperoleh informasi dari sumber resmi,” kata Berton.
Berton juga berharap pemerintah daerah terus mengoptimalkan penanganan dampak banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Lumajang.



