Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia
Petugas Memadamkan Karhutla

Lindungi Ekosistem, Pemerintah Telah Selamatkan 100 Satwa Liar dari Ancaman Karhutla

Jakarta, 22 September 2026 — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melakukan upaya penyelamatan terhadap 100 ekor satwa liar di provinsi prioritas yang terdampak atau terancam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi mengatakan angka tersebut didasarkan pada data Kementerian Kehutanan per 22 September 2026, dengan sebagian besar satwa yang diselamatkan berada di wilayah Kalimantan.

“Dari 100 individu tersebut, 97 persen berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur,” ujar Ristianto dalam konferensi pers, Selasa (22/9).

Ia melanjutkan, jika ditinjau berdasarkan spesies, satwa yang paling banyak diselamatkan adalah orang utan dengan jumlah 53 ekor, yang sebagian besar hidup di hutan Kalimantan. Selain orang utan, trenggiling juga menjadi salah satu satwa dengan jumlah penyelamatan tertinggi.

Namun, Ristianto menegaskan pemerintah tidak bergerak sendiri dalam upaya tersebut. Menurutnya, penyelamatan satwa liar merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), masyarakat lokal, dan para relawan.

Ia menekankan bahwa penyelamatan satwa liar menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam menjaga habitat dan ekosistem dari berbagai ancaman, termasuk kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat berbagai langkah perlindungan satwa liar di Indonesia melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Upaya penyelamatan satwa liar ini menjadi sangat penting karena bagaimanapun kita harus sama-sama menjaga Indonesia dari ancaman terhadap habitat satwa liar,” tegasnya.

Ristianto kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu upaya penyelamatan satwa liar, khususnya para mitra pemerintah dan masyarakat di lapangan.

“Kami atas nama Kementerian Kehutanan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pihak, terutama mitra kerja kami dari BNPB, BMKG, TNI-Polri, BPBD, pemerintah daerah, termasuk Kementerian Kesehatan, serta masyarakat dan relawan yang telah luar biasa membantu kami,” pungkasnya.

Bagikan

Media Kit

Topik

Artikel Lainnya