Jakarta, 27 Oktober 2026 – Pemerintah terus memanfaatkan peluang pertumbuhan awan hujan dalam lima hari ke depan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pun dimaksimalkan untuk membantu memadamkan kebakaran sekaligus membasahi kawasan rawan terbakar.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, saat memaparkan perkembangan penanganan dan pemantauan karhutla serta bencana lain di Indonesia, Selasa (27/10).
“Sebagian yang disampaikan kemarin oleh Bapak Kepala BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) bahwa sampai 5 hari ke depan ada potensi pertumbuhan awan (hujan) yang tinggi di Kalimantan,” ungkapnya.
Menurut Berton, kondisi tersebut menjadi peluang bagi pemerintah untuk mengintensifkan penyemaian garam melalui kerja sama BNPB, BMKG, TNI, dan sejumlah pihak terkait. Operasi ini diharapkan dapat meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah terdampak karhutla.
“Kami mengharapkan OMC dapat memanfaatkan pertumbuhan awan sehingga hujan nanti dapat berkontribusi besar untuk memadamkan kebakaran, khususnya di Kalimantan Tengah maupun Sumatera Selatan,” jelasnya.
Selanjutnya dia menyampaikan bahwa untuk mendukung penanganan karhutla, pemerintah menyiagakan 61 unit armada udara yang terdiri atas pesawat patroli, pesawat operasi modifikasi cuaca, dan helikopter pemadam kebakaran.
“24 diantaranya untuk patroli maupun untuk operasi modifikasi cuaca dan 37 helikopter untuk water bombing,” ucapnya. Di Kalimantan Tengah, sebanyak 10 unit armada disiagakan, terdiri atas dua unit untuk OMC dan delapan unit untuk pemadaman melalui water bombing. Sementara itu, armada yang ditempatkan di Kalimantan Selatan juga dapat dikerahkan membantu operasi di Kalimantan Tengah.
BNPB mencatat pelaksanaan sembilan sorti penerbangan OMC di Kalimantan Tengah dengan penyemaian 14.400 kilogram atau 14,4 ton garam, termasuk dukungan pesawat Hercules. “Kami juga menyampaikan ada 5 wilayah terutama yang sudah turun hujan secara alami dan juga dibantu oleh OMC,” tegasnya.
Hujan dilaporkan terjadi di lima wilayah, yakni Palangkaraya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Barito Utara, dan Pulang Pisau. Sementara itu, operasi modifikasi cuaca di Sumatera Selatan dilakukan melalui lima sorti penerbangan menggunakan tiga pesawat dengan total bahan semai sebanyak 8.400 kilogram atau 8,4 ton garam.
Dalam operasi tersebut, BNPB tidak menggunakan bahan semai es kering atau dry ice. Hujan dilaporkan turun di sejumlah wilayah, termasuk hujan deras di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin. Adapun di Kalimantan Barat, OMC tidak dilaksanakan pada periode pelaporan tersebut karena hujan telah turun secara alami di sejumlah daerah, di antaranya Pontianak, Kubu Raya, Sanggau, Singkawang, Ketapang, Mempawah, dan Sintang.
Di Kalimantan Selatan, hujan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Banjarmasin dan Banjarbaru. Pemerintah tetap menyiagakan armada udara untuk mendukung penanganan karhutla, baik di provinsi tersebut maupun wilayah sekitarnya.
Selain itu, kesiapsiagaan armada turut dilakukan di Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Papua Selatan sebagai langkah antisipasi apabila dibutuhkan dukungan operasi udara.



